Ketahui Sebelum Membeli, Apakah Minyak Bulus Itu Najis Fakta?

apakah minyak bulus najis

Ketahui Sebelum Membeli, Apakah Minyak Bulus Itu Najis? Bulus merupakan hewan yang  mirip kura-kura namun memiliki moncong. Bulus memiliki nutrisi yang sangat tinggi. Bulus kaya akan protein, rendah lemak dan juga kalori. Selain itu, bulus juga mengandung lesitin yang mampu memecah lemak dalam darah sehingga baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Bulus sering diolah menjadi obat herbal untuk mengatasi gatal, mengatasi masalah ranjang, menghilangkan selulit serta berbagai masalah kulit lainnya. Untuk mendapatkan manfaat bulus yang seperti ini, bulus harus diolah terlebih dahulu menjadi minyak bulus.

Minyak bulus merupakan minyak alami yang berasal dari lemak bulus.  Lemak bulus yang telah dipisahkan, diproses untuk dicairkan lemaknya. Lemak yang mencair inilah yang kemudian dijual sebagai minyak bulus yang kaya manfaat.

Berbicara mengenai minyak bulus, mungkin sebagian orang masih takut menggunakannya. Pasalnya “bulus” merupakan hewan yang masih memicu perdebatan terkait halal atau haramnya. Jadi, wajar saja jika ada sebagian orang yang masih bertanya-tanya tentang kesucian minyak bulus. Lantas, apakah minyak bulus najis?

Sebelum mengulas pertanyaan, “apakah minyak bulus najis?” lebih jauh, terlebih dahulu Anda harus memahami apa itu najis. Najis merupakan benda yang kotor dan mampu membatalkan wudlu. Sedangkan di lain sisi, tidak akan sah sholat seseorang jika dilakukan dalam kondisi najis. Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang yang ingin tahu, apakah minyak bulus najis atau tidak.

 

Apakah Minyak Bulus Najis Dari Sudut Pandang Islam?

Pertanyaan, “apakah minyak bulus najis” memang seringkali menjadi bahan perbincangan di forum diskusi online. Anggapan jika minyak bulus najis sebenarnya berasal dari bahan baku minyak bulus. Bulus atau labi-labi merupakan hewan yang mampu hidup di dua alam, yaitu darat dan air. Karena ada sebagian orang yang menganggap jika hewan yang hidup di dua alam itu haram, maka muncul anggapan bahwa minyak bulus itu najis. Padahal sebenarnya, Kita tak boleh langsung menentukan, apakah minyak bulus najis atau tidak hanya karena bulus hidup di dua alam.

Dalam islam sendiri sebenarnya belum ada hadist maupun ayat Al-Qur’an yang melarang dengan tegas menjelaskan halal atau haramnya hewan yang hidup di dua alam, kecuali katak yang memang diharamkan. Dengan demikian, hewan yang hidup di dua alam (Selain katak) hukumnya kembali pada patokan dasar : “Hukum asal segala sesuatu itu halal. Kecuali jika ada dalil yang mengharamkannya”.

Pendapat ini  juga didukung oleh pembahasan ustadz dalam salah satu episode Mozaik Islam. Pada tayangan tersebut, beliau membahas mengenai hukum memakan bulus.  Beliau menjelaskan secara gamblang bahwa memang tidak ada Dalil yang menjelaskan secara tegas mengenai hukum haramnya bulus. Jadi, dengan demikian labi-labi atau bulus itu boleh dimakan.

Terkait permasalahan ini, terdapat selisih faham diantara 4 madzhab. Madzhab Maliki membolehkan binatang yang hidup di dua alam untuk dimakan. Madzhab Syafi’i memiliki pendapat yang sedikit berbeda, yaitu boleh memakan semua jenis binatang yang hidup di dua alam, kecuali katak. Sedangkan Madzhab Hambali mengatakan jika boleh mengkonsumsi hewan yang hidup di dua alam, asalkan disembelih dengan aturan Islam. Jika 3 Madzab sebelumnya membolehkan mengkonsumsi hewan yang hidup di dua alam, Madzhab Hanafi justru melarang dengan tegas. Madzhab Hanafi berpendapat bahwa hewan air yang halal hanyalah ikan.

Meski terdapat selisih pendapat, namun sebagian besar ulama percaya jika labi-labi itu halal dan boleh dimakan. Asalkan, disembelih dan diolah dengan cara yang benar.

Jika bulus dihukumi halal, apakah minyak bulus najis? Tentunya tidak. Jika dagingnya saja halal untuk dimakan, maka boleh bagi umat islam untuk menggunakan minyak bulus. Baik untuk menjaga kesehatan maupun sebagai bentuk pengobatan.

Jadi pertanyaan, “apakah minyak bulus najis” sudah terjawab dengan gamblang. Jawabannya tentu saja tidak. Namun, sebagai Muslim sudah selayaknya Kita berhati-hati. Meskipun pertanyaan, apakah minyak bulus najis dijawab dengan jawaban tidak, ada baiknya jika membersihkan dahulu sisa minyak bulus yang menempel pada tubuh sebelum ibadah. Bukankah ketika ibadah Kita harus dalam keadaan bersih?

 

Fakta Pemakaian Minyak Bulus Untuk/Saat Ibu Hamil

 

Mekanisme Kerja Manfaat Minyak Bulus Kencang & Besarkan Bokong

pabrikminyakbulus